Pakiah: Doa yang Belum Sempat Diaminkan

 


Judul Buku: Pakiah: Doa yang Belum Sempat Diaminkan

Penulis: Nova

Penata Letak: Feni Efendi

Desain Sampul: Feni Efendi

                       

 

Diterbitkan oleh:

Penerbit Fahmi Karya

Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024                

Jl. Gunung Bungsu RT 01/RW 02, Sumur Cindai

Kelurahan Tiakar, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231

HP/WA: 081377856115

Email: penerbitfahmikarya@gmail.com

Website: www.penerbitfahmikarya.com 

 

Cetakan Pertama, September 2026

viii + 85 hlm: 13 x19 cm

Font Baskerville Old Face, 1,15 Spasi, Size 10,5

 

SINOPSIS

Karya ini lahir dari perenungan yang mendalam atas dinamika kehidupan tradisional Minangkabau yang kaya akan kearifan dan sejarah spiritual. Secara khusus, novel ini terilhami oleh sosok pakiah—seorang penuntut ilmu maupun guru agama keliling—yang dalam panggung masa lalu memegang peranan sangat vital. Mereka adalah pilar moral, penjaga tradisi lisan di surau-surau tua, serta sosok yang mengabdikan hidupnya demi menyalakan pelita ilmu di tengah masyarakat.

Di era perbenturan yang kian tajam antara gelombang modernitas dan warisan spiritual leluhur, sosok seorang pakiah acapkali memikul beban batin yang tidak ringan. Kehadiran mereka kerap berada dalam ruang keprihatinan yang sunyi, bertahan di antara riak perubahan zaman demi menjaga agar ikatan nilai lama tidak sepenuhnya pudar ditelan zaman.

Namun, tugas mereka bukanlah sekadar mengajarkan syariat secara tekstual. Lebih jauh dari itu, seorang pakiah berupaya merawat keseimbangan batin masyarakatnya melalui gema zikir, ketulusan nasihat, dan pengamalan kearifan lokal. Seluruh pengabdian tersebut tertancap kuat pada falsafah luhur Minangkabau yang senantiasa hidup: adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

Melalui untaian kisah dalam buku ini, penulis berupaya memotret pergulatan iman yang jujur, menguak misteri kedalaman ilmu tasawuf, serta menggambarkan ketulusan tanpa batas seorang guru. Ia berjuang dengan sepenuh jiwa untuk menuntun anak nagari keluar dari kegelapan kejahilan menuju terangnya pemahaman hidup yang bernilai.

Proses mewujudkan novel ini tentu tidak lepas dari dukungan, doa, dan kontribusi dari pelbagai pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu. Penulis menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada keluarga, para sahabat, serta para sesepuh yang telah membagikan remah-remah ingatan dan kearifan tentang tradisi surau yang begitu berharga.

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url