Tafsir Misoginis Atas Alquran: Membaca Keadilan Gender Perspektif Asma Barlas
Judul Buku: Tafsir Misoginis Atas Alquran: Membaca Keadilan Gender Perspektif Asma Barlas
Penulis: Dr. Muhsin. S.Th.I. M.A.Hum
Tata Letak: Feni Efendi
Desain Sampul: Feni Efendi
Diterbitkan oleh:
Penerbit Fahmi Karya
Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024
Jl. Gunung Bungsu RT 01/RW 02, Sumur Cindai
Kelurahan Tiakar, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231
HP/WA: 081377856115
Email: penerbitfahmikarya@gmail.com
Website: www.penerbitfahmikarya.com
Cetakan Pertama, Agustus 2026
x + 348 hlm: 15,5 x 23 cm
Font CAMRIA, 1,15 Spasi, Size 10,5
SINOPSIS
Kehadiran karya ini diharapkan mampu memberikan warna baru serta kontribusi nyata dalam diskursus studi Islam kontemporer, khususnya mengenai isu-isu gender dan keadilan perempuan dalam perspektif teologi Islam.
Isu mengenai perempuan dalam teks-teks keagamaan, khusus-nya Al-Qur'an, sering kali menjadi perdebatan panjang yang tidak ada habisnya. Sejarah panjang peradaban Islam menunjukkan bahwa tradisi penafsiran (tafsir) kerap didominasi oleh sudut pandang maskulin. Hal ini sering kali melahirkan pembacaan yang cenderung bias gender atau misoginis, di mana ayat-ayat suci dipahami seolah-olah melegitimasi subordinasi perempuan terhadap laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan sosial maupun domestik.
Menanggapi tantangan tersebut, pemikiran kritis dari para femi-nis muslim menjadi sangat krusial untuk dihadirkan. Buku ini secara khusus mengupas tuntas pemikiran salah seorang tokoh feminis muslim terkemuka dunia, Asma Barlas. Melalui karya monumentalnya, Barlas menawarkan sebuah metodologi pembacaan tekstual yang radikal seka-ligus emansipatoris, yang membongkar mitos bahwa Al-Qur'an adalah kitab yang mengajarkan penindasan terhadap kaum perempuan.
Buku ini disusun dengan pendekatan yang sistematis guna memudahkan pembaca dalam memahami bangunan epistemologi yang dibangun oleh Asma Barlas. Di dalam bab-bab awal, pembaca akan diajak untuk memahami akar historis munculnya penafsiran misoginis dalam tradisi Islam klasik. Pemahaman ini penting agar kita dapat melihat secara objektif bagaimana konstruksi sosial budaya masa lalu kerap merembes kedalam bangunan tafsir keagamaan. Selanjutnya, buku ini menguraikan secara mendalam konsep hermeneutika pembe-basan yang diusung oleh Asma Barlas. Barlas berargumen bahwa Allah SWT adalah Zat yang Maha Adil dan tidak mungkin menurunkan wahyu yang diskriminatif. Oleh karena itu, penafsiran yang bias gender bukanlah cerminan dari pesan otentik Al-Qur'an, melainkan hasil dari metode pembacaan yang patriarkis. Melalui konsep anti-patriarkkal reading, Barlas menunjukkan bahwa Al-Qur'an justru sarat dengan nilai-nilai kesetaraan, keadilan, dan pembebasan bagi perempuan.
