Pajacombo: Ensiklopedia Atlet dari Luhak Limo Puluah

 


Judul Buku                  : Pajacombo: Ensiklopedia Atlet dari Luhak Limo Puluah

Penyusun                   : Feni Efendi

Penata letak               : Feni Efendi

Desain kover              : Feni Efendi

 

Diterbitkan oleh:

Penerbit Fahmi Karya

Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024

Alamat Jl. Gunung Bungsu RT 01/RW 02, Kel. Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Sumbar 26231

Email: penerbitfahmikarya@gmail.com

Website: www.penerbitfahmikarya.com

WA 081377856115

 

 

Terbit: Januari 2026

Halaman: viii + 66

Ukuran: 15,5 x 23

Front Camria 11, Spasi 1,15

 

SINOPSIS

Kehadiran buku ini merupakan buah dari kegelisahan sekaligus kecintaan yang mendalam terhadap dunia olahraga dan sejarah lokal yang membentuk identitas kita. Buku ini bukanlah sekadar kumpulan biografi yang berderet secara alfabetis tanpa makna. Lebih dari itu, buku ini adalah sebuah catatan sejarah yang disusun dengan ketelitian hati, merangkai kembali kepingan-kepingan prestasi yang sempat terserak. Ia hadir sebagai bentuk penghormatan mendalam terhadap para atlet terbaik dari ranah Minangkabau, khususnya mereka yang berakar dan bertumbuh di wilayah Payakumbuh serta Kabupaten Lima Puluh Kota.

Sejauh mata memandang ke belakang, wilayah Luhak Limo Puluah telah melahirkan talenta-talenta luar biasa yang mengharumkan nama daerah di kancah nasional hingga internasional. Namun, sangat disayangkan bahwa nama-nama besar mereka terkadang hanya tersimpan dalam ingatan kolektif yang kian hari kian memudar ditelan zaman. Prestasi yang dahulu membanggakan, kini perlahan mulai tergerus oleh derasnya arus informasi modern. Seringkali, kisah kepahlawanan para atlet kita hanya menjadi cerita tutur yang terbatas di lingkup keluarga atau komunitas kecil. Tanpa adanya catatan resmi, narasi perjuangan mereka terancam hilang begitu saja saat generasi berganti. Fenomena inilah yang memicu urgensi kuat bagi penyusun untuk mendokumentasikan setiap langkah, karya, dan pengabdian mereka ke dalam sebuah literatur yang representatif.

Fenomena inilah yang memicu urgensi kuat bagi penyusun untuk segera bertindak. Ada sebuah kegelisahan bahwa jika tidak segera didokumentasikan, maka warisan inspirasi ini akan lenyap begitu saja. Dokumentasi adalah cara kita melawan lupa, sekaligus cara kita menghargai setiap tetes keringat yang telah jatuh ke bumi pertiwi.

 

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url