AGAMA DAN MASYARAKAT INDUSTRI

 


Judul Buku: AGAMA DAN MASYARAKAT INDUSTRI

Penulis: Akdila Bulanov, M.Si

Editor: Feni Efendi

Tata Letak: Cherly Aftariani

Desain Sampul: Cherly Aftariani

                       

                       

 

Diterbitkan oleh:

Penerbit Fahmi Karya

Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024       

Jl. Gunung Bungsu RT 01/RW 02, Sumur Cindai

Kelurahan Tiakar, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231

HP/WA      : 081377856115

Email           : penerbitfahmikarya@gmail.com

Website     : www.penerbitfahmikarya.com 

 

 

ISBN 978-634-7315-45-8

Cetakan Pertama, Desember 2025

viii + 111 hlm: 15,5 x 23 cm

Front CAMRIA, 1,15 Spasi, Size 11

 

SINOPSIS

Buku ini hadir dari kegelisahan akademis untuk mengurai secara sosiologis dialektika yang kompleks antara nilai-nilai keagamaan—khususnya dalam konteks Islam—dengan tuntutan, etos, dan struktur yang dibentuk oleh masyarakat industri modern. Transformasi sosial yang dibawa oleh industrialisasi bukan sekadar perubahan ekonomi, melainkan juga restrukturisasi total cara hidup, yang mau tidak mau berinteraksi dengan landasan spiritual dan moralitas yang telah lama mengakar dalam komunitas Muslim.

         Buku ini secara spesifik menggunakan lensa sosiologi Islam sebagai kerangka analisis utamanya. Ini berarti, kami tidak hanya melihat bagaimana masyarakat Muslim bereaksi terhadap industrialisasi, tetapi juga bagaimana ajaran dan hukum Islam—yang termaktub dalam Al-Qur'an dan Sunnah—memberikan kerangka normatif untuk memahami, merespons, dan bahkan membentuk etos kerja, konsumsi, dan relasi sosial dalam lingkungan industri. Penulis berusaha melampaui dikotomi Barat-Timur, dengan menempatkan Islam sebagai variabel aktif yang berdialog dengan modernitas.

        Inti dari pembahasan buku ini adalah dialektika antara sakralitas dan profanitas dalam ranah kerja industri. Bagaimana konsep halal dan haram diterjemahkan dalam rantai produksi yang kompleks? Sejauh mana etika bisnis Islam (seperti larangan riba dan penekanan pada keadilan) dapat diterapkan atau ditantang oleh efisiensi modal dan mekanisme pasar bebas yang dingin? Lebih jauh, kami menelaah bagaimana struktur komunitas Muslim—mulai dari keluarga hingga organisasi buruh—beradaptasi dalam menghadapi migrasi urban dan fragmentasi sosial yang sering menyertai masyarakat industri.

       Penting untuk dicatat bahwa isu ini semakin mendesak di abad ke-21. Dengan munculnya Industri 4.0 dan otomatisasi, tantangan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dalam Islam semakin tajam. Buku ini berusaha menyumbangkan pemikiran kritis mengenai peran filantropi Islam (zakat, wakaf) sebagai safety net dalam masyarakat yang semakin terpolarisasi secara ekonomi, serta peran pendidikan Islam dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berakhlak dan kompeten di tengah persaingan global.

       Secara metodologis, buku ini tersusun dalam beberapa bab yang sistematis. Penulis memulai dengan landasan teoritis sosiologi Islam, kemudian beralih ke analisis historis mengenai kontak awal antara Islam dan industrialisasi, dan memuncak pada studi kasus kontemporer yang mengeksplorasi etos kerja Muslim, peran perempuan dalam sektor industri, hingga implikasi konsumerisme berbasis syariah. Harapannya, alur ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif bagi pembaca, baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url