Ujung Labung Timur : Sebuah Rumah Sementara, Kenangan Selamanya
Judul Buku: Ujung Labung Timur : Sebuah Rumah Sementara, Kenangan Selamanya
Tata Letak: Fitri Laila Sitta
Desain Sampul: Nur Alya Sari Nasution
Diterbitkan oleh:
Penerbit Fahmi Karya
Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024
Jl. Gunung Bungsu RT 01/RW 02, Sumur Cindai
Kelurahan Tiakar, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231
HP/WA : 081377856115
Email : penerbitfahmikarya@gmail.com
Website : www.penerbitfahmikarya.com
QRCBN 62-1057-1981-323
Cetakan Pertama, Agustus 2025
x + 164 hlm: 15,5 x 23 cm
Front CAMRIA, 1,15 Spasi, Size 11
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga buku ini dapat tersusun dengan baik. Buku Ujung Labung Timur: Sebuah Rumah Sementara, Kenangan Selamanya merupakan sebuah catatan kecil dari perjalanan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UIN Sjech Muhammad Djamil Djambek Bukittinggi di Ujung Labung Timur, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam. KKN bukan hanya sekadar program akademis, melainkan juga wadah bagi kami untuk belajar, berbagi, dan berinteraksi langsung dengan masya-rakat. Di desa inilah, kami menemukan makna baru dari sebuah "ru-mah", bukan hanya bangunan, melainkan juga kehangatan, kekeluar-gaan, dan kebersamaan yang tulus.
Buku ini hadir sebagai bentuk ucapan terima kasih kami kepada seluruh masyarakat Ujung Labung Timur yang telah menerima kami dengan tangan terbuka. Mereka bukan hanya penduduk desa yang kami bantu, tetapi juga guru yang mengajarkan kami tentang arti keseder-hanaan, ketangguhan, dan gotong royong. Setiap senyum, sapaan, dan cerita yang mereka bagikan menjadi pelajaran berharga yang tidak akan pernah kami lupakan. Selama dua bulan kami tinggal di sana, mereka berhasil membuat kami merasa seperti bagian dari keluarga.
Nama Ujung Labung Timur sendiri memiliki makna yang mendalam bagi kami. Bukan sekadar sebuah nama desa, melainkan juga sebuah titik di mana kami belajar banyak hal, mulai dari mengenali berbagai potensi desa hingga merancang program kerja yang berdampak. Melalui buku ini, kami berharap dapat berbagi pengalaman, tantangan, dan kebahagiaan yang kami rasakan. Semoga kisah-kisah di dalamnya dapat menginspirasi para pembaca, terutama mahasiswa KKN selanjutnya, untuk melihat KKN sebagai sebuah kesempatan emas.
Selama berada di sana, kami menyadari bahwa setiap tempat memiliki keunikan dan cerita tersendiri. Begitu juga dengan Ujung Labung Timur. Kami menyaksikan bagaimana masyarakatnya bekerja sama membangun nagari, bagaimana anak-anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi, dan bagaimana alamnya menyuguhkan keindahan yang menenangkan. Semua itu terekam dalam ingatan kami dan menjadi motivasi untuk terus berkontribusi, sekecil apa pun itu.
Tentu saja, buku ini tidak akan terwujud tanpa dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Rektor UIN Sjech Muhammad Djamil Djambek Bukittinggi, Dekan Fakultas, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta seluruh civitas akademika UIN Bukittinggi. Bim-bingan dan dukungan mereka sekalian adalah landasan bagi keber-hasilan program KKN kami.
Secara khusus, kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada perangkat nagari dan tokoh masyarakat Ujung Labung Timur yang telah banyak membantu kami dalam melaksanakan program kerja. Tanpa koordinasi dan kerja sama yang baik, kami tidak akan dapat mewu-judkan setiap rencana yang telah kami susun. Kami juga berterima kasih kepada keluarga besar kami yang selalu memberikan dukungan moral dan doa, sehingga kami dapat menyelesaikan KKN ini dengan baik.
Akhir kata, kami berharap buku Ujung Labung Timur: Sebuah Rumah Sementara, Kenangan Selamanya dapat menjadi pengingat bagi kami, dan juga bagi para pembaca, bahwa kenangan berharga tidak hanya diciptakan di tempat yang mewah, melainkan juga di tempat yang sederhana dan penuh ketulusan. Kami sadar bahwa buku ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami dengan terbuka menerima kritik dan saran yang membangun dari para pembaca demi perbaikan di masa yang akan datang. Selamat membaca dan semoga buku ini bermanfaat.
Bukittinggi, 19 Agustus 2025
