Jorong Data Kampung Dadok: Ketika Alam Menjadi Sahabat dan Tetangga Menjadi Keluarga
Judul Buku: Jorong Data Kampung Dadok: Ketika Alam Menjadi Sahabat dan Tetangga Menjadi Keluarga
Tata Letak: Muhamad Fauzan dan Rahmi Sherly
Desain Sampul: Silvira Oktania
Diterbitkan oleh:
Penerbit Fahmi Karya
Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024
Jl. Gunung Bungsu RT 01/RW 02, Sumur Cindai
Kelurahan Tiakar, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231
HP/WA : 081377856115
Email : penerbitfahmikarya@gmail.com
Website : www.penerbitfahmikarya.com
QRCBN 62-1057-6660-993
Cetakan Pertama, Agustus 2025
x + 124 hlm: 15,5 x 23 cm
Front CAMRIA, 1,15 Spasi, Size 11
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Swt. atas rahmat dan karunianya, sehingga buku yang berjudul Jorong Data Kampung Dadok: Ketika Alam Menjadi Sahabat dan Tetangga Menjadi Keluarga ini dapat hadir di tengah-tengah kita. Buku ini bukan sekadar kumpulan kata, me-lainkan sebuah rekaman perjalanan, refleksi, dan penghayatan akan makna hidup yang sesungguhnya di sebuah jorong kecil yang terletak di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam, Su-matera Barat.
Buku ini lahir dari sebuah keinginan yang tulus untuk mengabadikan kearifan lokal, kekayaan budaya, dan kehangatan persaudaraan yang masih begitu kental di Jorong Data, Kampung Dadok. Di tengah arus modernisasi yang kian deras, nilai-nilai luhur ini seringkali tergerus dan terlupakan. Melalui buku ini, kami ingin mengajak pembaca untuk sejenak berhenti, menengok ke belakang, dan merenungkan kembali bagaimana seharusnya kita berinteraksi dengan alam dan sesama.
Jorong Data, Kampung Dadok, bukanlah tempat biasa. Di sini, alam bukan hanya sekadar pemandangan, melainkan sahabat sejati yang menyediakan sandang, pangan, dan papan. Hutan, sungai, dan ladang adalah bagian dari kehidupan sehari-hari yang dijaga dan dihormati. Hubungan harmonis antara manusia dan alam ini menjadi pondasi bagi keberlanjutan hidup masyarakatnya.
Lebih dari itu, buku ini juga menyoroti kuatnya ikatan kekeluargaan dan gotong royong di Jorong Data. Di sini, tetangga bukan hanya orang yang tinggal di sebelah rumah, melainkan keluarga yang siap sedia membantu dalam suka maupun duka. Saling berbagi, tolong-menolong, dan musyawarah mufakat adalah praktik yang sudah mendarah daging. Kehangatan ini menciptakan rasa aman dan damai, membuat setiap individu merasa menjadi bagian dari sebuah komunitas yang besar.
Penulisan buku ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan banyak pihak. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Jorong Data, Kampung Dadok, yang telah membuka diri dan berbagi cerita. Waktu dan pengalaman yang mereka berikan menjadi nyawa bagi setiap lembar buku ini. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menginspirasi kita semua.
Akhir kata, kami berharap buku ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para pembaca. Semoga kisah-kisah di dalamnya dapat menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati seringkali ditemukan dalam kesederhanaan, dalam keharmonisan dengan alam, dan dalam kehangatan hubungan antarmanusia.
Bukittinggi, Agustus 2025