Di Bawah Naungan Langit Muaro Tantang dan Kisah Yang Tak Akan Pernah Hilang
Judul Buku: Di Bawah Naungan Langit Muaro Tantang dan Kisah Yang Tak Akan Pernah Hilang
Penulis: Hendri, SHI, M.Si, Ikbal Hariansyah Lubis, Ahmad Syukri, Nadia Indriani, Dwi Sri Mulyani, Najla Nayla Nofel, Bunga Syahrilla Nur Aini, Desriana, Mia Aprilia Putri, Avina Maharani, Lauri Utami, Hafizul Sutriska
Desain Sampul: Ikbal Hariansyah Lubis
Diterbitkan oleh:
Penerbit Fahmi Karya
Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024
Jl. Gunung Bungsu RT 01/RW 02, Sumur Cindai
Kelurahan Tiakar, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231
HP/WA : 081377856115
Email : penerbitfahmikarya@gmail.com
Website : www.penerbitfahmikarya.com
QRCBN 62-1057-9495-793
Cetakan Pertama, September 2025
x + 121 hlm: 15,5 x 23 cm
Front CAMRIA, 1,15 Spasi, Size 11
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas berkat, rahmat, dan karunia-Nya, kami akhirnya dapat menyelesaikan buku yang berjudul Di Bawah Naungan Langit Muaro Tantang dan Kisah yang Tak Akan Pernah Hilang. Buku ini merupakan sebuah catatan perjalanan, sebuah mozaik kena-ngan, dan sebuah persembahan dari hati kami yang telah melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Jorong Muaro Tantang, Nagari Salereh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Kami berharap buku ini tidak hanya menjadi sekadar laporan, tetapi juga menjadi jendela yang membuka pandangan pembaca terhadap indahnya kehidupan di pedalaman Minangkabau.
Buku ini lahir dari serangkaian pengalaman tak terlupakan yang kami alami selama berada di Jorong Muaro Tantang. Dari hari pertama mengin-jakkan kaki, kami disambut dengan hangat oleh senyum ramah penduduk setempat dan keindahan alamnya yang asri. Setiap sudut nagari menyimpan cerita, setiap pertemuan melahirkan pelajaran ber-harga. Kami menyaksikan semangat gotong royong yang masih kental, ketulusan hati yang tak lekang oleh waktu, serta kearifan lokal yang mengajarkan kami arti sesungguhnya dari kehidupan bermasyarakat.
Kuliah Kerja Nyata bukan sekadar program akademik yang menuntut kami untuk mengaplikasikan ilmu, melainkan sebuah labo-ratorium kehidupan yang mengajarkan kami empati dan kepedulian. Kami belajar untuk beradaptasi, berkolaborasi, dan menghadapi tantangan dengan kepala tegak. Bersama warga, kami merancang berbagai program, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pengem-bangan ekonomi. Ada tawa saat berhasil, ada pula air mata saat menemui kendala, namun semua itu memperkuat ikatan kami dengan Jorong Muaro Tantang, Nagari Salereh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Buku ini disusun sebagai ungkapan terima kasih kami kepada seluruh pihak yang telah mendukung. Khususnya kepada dosen pembimbing yang selalu memberikan arahan dan bimbingan, Rektorat Universitas Islam Negeri Sjech Muhammad Djamil Djambek Bukittinggi yang telah memfasilitasi kegiatan ini, serta Pemerintah Jorong Muaro Tantang, Nagari Salereh Aia Utara, yang telah menerima kami dengan tangan terbuka. Tanpa dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, buku ini tidak akan pernah terwujud.
Judul Di Bawah Naungan Langit Muaro Tantang kami pilih karena di sanalah, di bawah langit yang sama, kami berbagi mimpi dan harapan dengan penduduk setempat. Sementara itu, Kisah yang Tak Akan Pernah Hilang adalah pengakuan bahwa pengalaman ini telah mengukir jejak di hati kami dan akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari per-jalanan hidup kami. Kami menyadari bahwa apa yang kami lakukan hanyalah setitik kontribusi, namun kami berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Muaro Tantang.
Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam buku ini terdapat kekurangan atau kesalahan, baik dari segi penulisan maupun penyampaian. Setiap kata yang tertulis di sini adalah upaya terbaik kami untuk merekam dan menyampaikan esensi dari apa yang telah kami lalui. Kritik dan saran yang membangun akan kami terima dengan lapang dada demi perbaikan di masa yang akan datang.
Akhir kata, semoga buku ini dapat menjadi inspirasi bagi para pembaca, terutama bagi mahasiswa yang akan melaksanakan KKN, untuk senantiasa berinteraksi, berempati, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Semoga kisah-kisah di dalamnya dapat menjadi pengingat bahwa kebahagiaan terbesar adalah ketika kita bisa bermanfaat bagi sesama.
Bukittinggi, 28 Agustus 2025
