Baliak ka Surau: Menyamai Harapan, Menuai Pengabdian

 


Judul Buku: Baliak ka Surau: Menyamai Harapan, Menuai Pengabdian

Penulis: Amanda, Diva Amanda Putri, Aprilia Saputri, Nurfadilla Siregar, Yasirli Amry, Nazwa Adrhie Alifia, Pera, Hardyani Rahimatul Qalbi, M Rafqi Hamdani, Zeki Alex Sandra, Ilfi Rahmi Putri Andriyen

Editor : Yulifda Elin Yuspita, M.Kom

Tata Letatk: Amanda

Desain Sampul: Diva Amanda Putri

                 

                 

 

Diterbitkan oleh:

Penerbit Fahmi Karya

Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024        

Jl. Gunung Bungsu RT 01/RW 02, Sumur Cindai

Kelurahan Tiakar, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231

HP/WA     : 081377856115

Email         : penerbitfahmikarya@gmail.com

Website    : www.penerbitfahmikarya.com 

 

 

QRCBN 62-1057-3947-899

Cetakan Pertama, Juli 2025

x + 81 hlm: 15,5 x 23 cm

Front CAMRIA, 1,15 Spasi, Size 11

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, se-hingga buku ini dapat terselesaikan dengan baik. Buku Baliak ka Surau: Menyamai Harapan, Menuai Pengabdian merupakan salah satu catatan penting dari perjalanan kami selama menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Jorong Gumarang II, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Judul ini kami pilih seba-gai cerminan filosofi "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kita-bullah" yang begitu kuat di masyarakat Minangkabau, di mana surau tak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, kebu-dayaan, dan kegiatan sosial.

        Kami menyadari bahwa kehadiran kami di tengah masyarakat tidak serta merta membawa perubahan instan. Namun, dengan semangat "Baliak ka Surau"—kembali ke nilai-nilai luhur dan esensi pengabdian yang tulus—kami berupaya menyamai harapan masya-rakat dan menuai pengabdian yang bermakna. Proses ini menga-jarkan kami arti dari kolaborasi, di mana setiap program kerja yang kami jalankan merupakan hasil diskusi dan kesepakatan bersama dengan masyarakat setempat, khususnya tokoh adat, alim ulama, cadiak pandai, dan Bundo Kanduang.

        Jorong Gumarang II, dengan keindahan alam dan keramahan warganya, menyambut kami dengan tangan terbuka. Selama KKN, kami merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat, dari go-tong royong membangun fasilitas umum hingga baralek yang penuh kebersamaan. Kami belajar banyak hal yang tidak kami dapatkan di bangku kuliah, seperti pentingnya menjaga tradisi, menghormati orang yang lebih tua, dan semangat kekeluargaan yang begitu erat. Pengalaman ini membentuk karakter kami menjadi pribadi yang lebih peka, tanggap, dan menghargai nilai-nilai kearifan lokal.

        Program kerja yang kami rancang berfokus pada empat pilar utama: pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Di bidang pendidikan, kami mengadakan bimbingan belajar, pelatihan kom-puter dasar, dan mendongeng untuk anak-anak. Dalam bidang ekonomi, kami membantu meningkatkan pemasaran produk lokal. Untuk kesehatan, kami menyelenggarakan penyuluhan tentang hidup bersih dan sehat. Di bidang lingkungan, kami berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan dan penanaman pohon. Setiap kegiatan ini merupakan wujud nyata dari upaya kami untuk memberikan kontribusi terbaik.

        Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran KKN dan penyu-sunan buku ini. Terutama kepada Bapak Wali Nagari Tigo Koto Silungkang beserta perangkatnya, Bapak Kepala Jorong Gumarang II, ninik mamak, dan seluruh masyarakat Jorong Gumarang II yang telah menerima kami sebagai bagian dari keluarga. Kami juga berterima kasih kepada dosen pembimbing lapangan yang telah membimbing dan mengarahkan kami, serta kepada rekan-rekan tim KKN yang telah berjuang bersama.

         Buku ini kami dedikasikan sebagai persembahan kecil kami kepada Jorong Gumarang II. Semoga apa yang kami tuangkan di dalamnya dapat menjadi kenangan manis dan inspirasi bagi generasi KKN berikutnya. Kami menyadari buku ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar buku ini menjadi lebih baik di masa mendatang.

         Akhir kata, semoga setiap pengabdian yang kami lakukan di Jorong Gumarang II menjadi ladang amal dan berkah bagi kita semua.

 

 

Bukittinggi, 25 Agustus 2025

 

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url