Penyuluh Keren Masa Depan: Strategi Andragogi dan Solusi Sanitasi Pro-Rakyat untuk Pemberdayaan Keluarga Berisiko Stunting
Judul Buku : Penyuluh Keren Masa Depan: Strategi Andragogi dan Solusi Sanitasi Pro-Rakyat untuk Pemberdayaan Keluarga Berisiko Stunting
Penulis: Feni Efendi, Dr. Mona Gusfira, S. ST, M. Psi., Riska Epina Hayu, S.K.M., M.P.H
Tata Letak: Feni Efendi
Desain Sampul: Feni Efendi
Diterbitkan oleh:
Penerbit Fahmi Karya
Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024
Jl. Gunung Bungsu RT 01/RW 02, Sumur Cindai
Kelurahan Tiakar, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231
HP/WA: 081377856115
Email: penerbitfahmikarya@gmail.com
Website: www.penerbitfahmikarya.com
Cetakan Pertama, Agustus 2026
viii + 121 hlm: 15,5 x 23 cm
Font CAMRIA, 1,15 Spasi, Size 11
SINOPSIS
Ada sebuah pemandangan lumrah di balai-balai desa kita: seorang penyuluh berdiri dengan spanduk besar, memegang mic, lalu mem-bombardir warga dengan jargon-jargon medis dan himbauan moral. "Bapak dan Ibu, kebersihan itu sebagian dari iman, mari buat jamban sehat demi masa depan bangsa!" Warga yang hadir mengangguk-angguk sopan. Namun, begitu acara selesai dan nasi kotak dibagikan, hidup kembali berjalan persis seperti kemarin. Jamban cemplung di belakang rumah tetap dipakai, air sumur yang keruh tetap direbus setengah matang, dan anak-anak balita tetap bergantian kena diare.
Mengapa edukasi yang diniatkan baik itu mendadak menguap tanpa bekas? Jawabannya sederhana namun menampar: kita terlalu sering meremehkan orang dewasa di akar rumput. Kita mendatangi mereka dengan sikap seorang guru sekolah dasar yang hendak men-ceramahi anak-anak polos, bukan mendatangi mereka sebagai indi-vidu rasional yang saban hari memeras keringat demi bertahan hi-dup di tengah himpitan ekonomi.
Buku Penyuluh Keren Masa Depan: Strategi Andragogi & Solusi Sanitasi Pro-Rakyat untuk Pemberdayaan Keluarga Berisiko Stunting lahir dari rasa gemas atas pola-pola lama yang usang ter-sebut. Stunting—yang selama ini digambarkan dengan istilah medis yang ruwet—pada hakikatnya adalah urusan urgen di meja dapur dan dompet belanja rumah tangga. Ketika seorang anak terserang diare berulang akibat bakteri E. coli dari jamban cemplung atau air tercemar, yang bocor bukan hanya kesehatan si anak, melainkan juga kas keluarga. Uang ratusan ribu rupiah melayang untuk berobat, sementara hari kerja bapak di ladang melayang begitu saja.
Gagasan utama buku ini dibangun di atas tiga pijakan yang sangat membumi: Pertama, prinsip andragogi (pembelajaran orang dewasa). Orang dewasa tidak butuh diceramahi, mereka butuh dihar-gai dan diajak berhitung bersama. Kedua, rekayasa teknologi pro-rakyat. Kita tidak bisa menyuruh keluarga miskin membangun septic tank semen seharga jutaan rupiah; kita harus menawarkan rekayasa cerdas seperti Jamban Sehat Murah Guna (JSMG) seharga Rp50.000 atau pemanenan air hujan mandiri yang gratis dari langit. Ketiga, logika ekonomi mikro. Saat warga melihat sendiri di papan tulis bahwa modal Rp50.000 bisa menghentikan kebocoran uang belanja hingga Rp400.000 tiap bulan, kesadaran untuk berubah akan melompat keluar dari kalkulasi rasional mereka sendiri.
Buku ini disusun bukan untuk menghiasi rak perpustakaan hingga berdebu, melainkan untuk menjadi kompas taktis bagi para penyuluh lapangan, kader kesehatan, dan siapa saja yang percaya bahwa perubahan sosial paling efektif selalu dimulai dari cara ber-pikir di akar rumput.
.png)