Masjid Produktif: Blueprint Ekonomi Umat Berbasis Masjid


 

Judul Buku: Masjid Produktif: Blueprint Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Penulis: Edhie Kusmana, S.Ag, MM

Editor: Nurhayani, S.Ag, SEI, M.Pd

Penata Letak: Feni Efendi

Desain Sampul: Team Kreatif Huffazmedia

                 

 

Diterbitkan oleh:

Penerbit Fahmi Karya

Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024

Jl. Gunung Bungsu, Sumur Cindai, RT 01/RW02, Kel. Tiakar, Kec. Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231

Email: penerbitfahmikarya@gmail.com

Website: www.penerbitfahmikarya.com

Hp/WA: 081377856115

 

 

Cetakan Pertama, Februari 2026

xiv + 96 hlm: 14,8 x 21 cm

Font Palatino, 1,15 Spasi, Size 11

 

SINOPSIS

Buku yang ada di tangan pembaca yang budiman ini ber-judul Masjid Produktif: Blueprint Ekonomi Umat Berbasis Masjid, sebuah karya yang lahir dari kegelisahan sekaligus harapan akan kembalinya peran strategis masjid sebagai pusat pemberdayaan umat. Buku ini menyajikan pembahasan yang komprehensif mengenai masjid, mulai dari fungsi dan perannya dalam Islam, posisi masjid sebagai pusat peradaban, hingga tantangan-tantangan nyata yang dihadapi masjid di era kon-temporer.

Secara khusus, buku ini mengangkat isu zakat, infak, dan sedekah bukan semata sebagai ritual ibadah sosial, tetapi se-bagai mesin penggerak ekonomi umat yang apabila dikelola secara profesional, amanah, dan produktif, akan mampu meng-hadirkan kemandirian ekonomi berbasis masjid. Di sinilah letak kekuatan buku ini: tidak berhenti pada tataran konseptual dan normatif, tetapi juga menawarkan solusi dan kerangka praktis dalam menjawab problem ekonomi umat hari ini.

Masjid dalam perspektif buku ini tidak lagi diposisikan hanya sebagai rumah ibadah dalam pengertian sempit, melain-kan sebagai pusat peradaban umat yang mencakup bidang pen-didikan, ekonomi, sosial, dan budaya. Gagasan masjid produktif yang diuraikan di dalamnya sangat relevan dengan kebutuhan umat Islam saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan kemiskinan, ketimpangan ekonomi, serta lemahnya tata kelola dana umat.

 

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url