Merajut Senyuman di Atas Negeri Sungai Puar


 

Judul Buku : Merajut Senyuman di Atas Negeri Sungai Puar

Penulis : Jon Kenedi, SE, MM, Hafizin Jamil, Husnaini Harahap, Maisyarah, Najwa Aqilla Khansa, Putri Amanda, Rio Febrianto, Sri Wahyuni, Dhea Indryanti, Nada Kuswari, Zulkadri, Selvina Aulia

Editor : Jon Kenedi, SE, MM

Tata Letak: Selvina Aulia

Desain Sampul: Hafizin Jamil

                 

                 

 

Diterbitkan oleh:

Penerbit Fahmi Karya

Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024        

Jl. Gunung Bungsu RT 01/RW 02, Sumur Cindai

Kelurahan Tiakar, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231

HP/WA     : 081377856115

Email         : penerbitfahmikarya@gmail.com

Website    : www.penerbitfahmikarya.com 

 

 

QRCBN 62-1057-1841-214

Cetakan Pertama, September 2025

x + 127 hlm: 15,5 x 23 cm

Front CAMRIA, 1,15 Spasi, Size 11

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah melimpahkan keberkahan kepada kami, sehing-ga buku ini dapat tersusun dengan baik. Buku Merajut Senyuman di Atas Negeri Sungai Puar adalah sebuah refleksi dan catatan perjalanan kami, mahasiswa KKN dari Universitas Islam Negeri Sjech Muhammad Djamil Djambek Bukittinggi, yang telah berkesempatan mengabdi di Jorong Sungai Puar, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Kehadiran buku ini merupakan wujud rasa syukur kami atas pengalaman berharga yang telah kami lalui.

       Pengabdian kami di Jorong Sungai Puar, sebuah negeri yang diber-kahi dengan keindahan alam perbukitan dan keramahan penduduknya, adalah sebuah babak baru dalam perjalanan akademis dan kemanusiaan kami. Selama sebulan lebih, kami tidak hanya melaksanakan program kerja, tetapi juga belajar banyak tentang kehidupan, gotong royong, dan kearifan lokal. Masyarakat Sungai Puar telah membuka pintu dan hati mereka dengan tulus, menerima kami sebagai bagian dari keluarga besar mereka.

       KKN bukanlah sekadar kewajiban akademis, melainkan sebuah jem-batan yang menghubungkan teori di bangku kuliah dengan realita di lapangan. Di Sungai Puar, kami menyaksikan secara langsung bagai-mana semangat kebersamaan dan kegigihan menjadi pilar utama dalam membangun desa. Program-program yang kami laksanakan, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi, adalah upaya kecil kami untuk berkontribusi bagi kemajuan masyarakat. Na-mun, kami sadar, sumbangsih terbesar yang kami dapatkan justru ada-lah pelajaran tentang arti kehidupan yang sesungguhnya.

         Kami tidak akan pernah melupakan senyum tulus anak-anak seko-lah yang antusias mengikuti kegiatan belajar, bincang santai dengan para tetua adat yang penuh hikmah, dan kehangatan ibu-ibu yang mengajarkan kami tentang nilai-nilai kekeluargaan. Setiap momen ada-lah pelajaran berharga, setiap senyum adalah motivasi, dan setiap tantangan adalah penguat tekad. Pengalaman ini telah mengubah cara pandang kami, membuat kami lebih peka, dan menumbuhkan empati yang mendalam.

        Buku ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban kami kepada almamater dan juga sebagai kenang-kenangan yang abadi bagi masya-rakat Jorong Sungai Puar. Di dalamnya, kami merangkum berbagai cerita, dokumentasi, dan hasil dari program kerja yang telah kami laksanakan. Kami berharap, tulisan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi KKN berikutnya untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi negeri.

        Tentu saja, keberhasilan program KKN ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Rektor dosen pembimbing lapangan, Kepala Jorong, serta seluruh perangkat nagari dan masyarakat Jorong Sungai Puar yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan dukungan penuh. Doa tulus kami panjatkan, semoga Jorong Sungai Puar senantiasa diberkahi dan terus maju.

        Akhir kata, semoga buku ini dapat memberikan manfaat, tidak hanya bagi kami sebagai penulis, tetapi juga bagi siapa pun yang mem-bacanya. Kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi perbaikan di masa yang akan datang. Merajut senyuman di atas negeri Sungai Puar bukan sekadar judul, melainkan sebuah janji dan harapan yang akan selalu kami kenang.

        

 

Bukittinggi,  09 September 2025

 

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url