Jejak Langkah Dengan Seribu Kenangan Jorong Sungai Rangeh
Judul Buku: Jejak Langkah Dengan Seribu Kenangan Jorong Sungai Rangeh
Penulis: Meri Ruzalia, Luqmanul Hakim, Della Fitriah, Rudi Ardiansyah, Mutiara Sabrina Panber, Devi Junia, Melia Gustina, Darma Saputra, Silvia Anggraini, Dea Amanda, Dwi Fitria Wahyuni, Wahyuni Desti Sonia
Desain Sampul: Luqmanul Hakim
Diterbitkan oleh:
Penerbit Fahmi Karya
Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024
Jl. Gunung Bungsu RT 01/RW 02, Sumur Cindai
Kelurahan Tiakar, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231
HP/WA : 081377856115
Email : penerbitfahmikarya@gmail.com
Website : www.penerbitfahmikarya.com
QRCBN 62-1057-7964-993
Cetakan Pertama, September 2025
x + 225 hlm: 15,5 x 23 cm
Front CAMRIA, 1,15 Spasi, Size 11
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya, sehingga buku berjudul Jejak Langkah dengan Seribu Kenangan Jorong Sungai Rangeh ini dapat terwujud. Buku ini merupakan persembahan dari tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Islam Negeri Sjech Muhammad Djamil Djambek Bukittinggi yang berkesempatan mengabdi di Jorong Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Buku ini adalah wujud dari pengalaman, pembelajaran, dan kena-ngan yang terjalin selama kami berada di tengah masyarakat Jorong Sungai Rangeh. Setiap jejak langkah yang kami ukir di sana tidak hanya meninggalkan memori, tetapi juga menginspirasi kami untuk merang-kumnya dalam sebuah karya.
Jorong Sungai Rangeh, dengan segala keindahan alam dan keramahan penduduknya, telah menjadi rumah kedua bagi kami. Di sanalah kami belajar arti kebersamaan, gotong royong, dan ketulusan. Kami disambut hangat oleh masyarakat yang senantiasa terbuka, men-dampingi, dan berkolaborasi dalam setiap program yang kami jalankan.
Setiap cerita memiliki awal, dan bagi kami, awal dari perjalanan ini dimulai dengan penuh keraguan. Jorong Sungai Rangeh, sebuah nama yang asing, menjadi tujuan kami. Di benak kami, terpampang bayangan desa-desa yang mungkin serupa dengan yang pernah kami dengar. Namun, sejak hari pertama kami tiba, semua prasangka itu sirna. Kami disambut dengan kehangatan luar biasa oleh Wali Jorong dan Wali Nagari, perangkat nagari, dan seluruh masyarakat. Senyum tulus dan sambutan hangat mereka menjadi pengingat bahwa kami bukan sekadar tamu, melainkan bagian dari keluarga besar Jorong Sungai Rangeh.
Pengalaman KKN di sini mengajarkan kami banyak hal, jauh melampaui teori-teori di bangku kuliah. Program kerja yang kami susun—mulai dari program pendidikan, kesehatan, hingga pengolahan hasil pertanian—bukan hanya sekadar formalitas. Kami melihat langsung bagaimana antusiasme anak-anak belajar, mendengar cerita dari para orang tua, dan merasakan semangat gotong royong yang begitu kuat. Setiap hari adalah pelajaran berharga, setiap interaksi adalah kenangan yang tak terlupakan. Kami tidak hanya memberi, tetapi juga menerima; menerima cinta, kehangatan, dan hikmah kehidupan yang tulus dari masyarakat.
Melalui buku ini, kami ingin membagikan potret kehidupan, keka-yaan budaya, dan potensi yang ada di Jorong Sungai Rangeh. Kami ber-harap buku ini dapat menjadi jembatan yang mendekatkan pembaca dengan kisah-kisah inspiratif, tantangan, dan harapan yang kami temui di sana. Terima kasih yang setulus-tulusnya kami ucapkan Wali Nagari Bayua, Wali Jorong Sungai Rangeh, serta seluruh masyarakat Jorong Sungai Rangeh yang telah menerima kami dengan tangan terbuka. Dukungan dan bantuan yang tak terhingga telah memotivasi kami untuk menyelesaikan tugas ini dengan sebaik-baiknya.
Kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi perbaikan di masa mendatang. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat, menginspirasi, dan menjadi kenang-kenangan manis bagi kita semua.
Bukittinggi, 09 September 2025
.png)