LUMBUNG KEARIFAN DI PELOSOK SALAREH AIA TIMUR, SUMATERA BARAT: Refleksi Jejak Sosial dan Keagamaan di Salareh Aia Timur Palembayan, Agam

 


Judul Buku: LUMBUNG KEARIFAN DI PELOSOK SALAREH AIA TIMUR, SUMATERA BARAT: Refleksi Jejak Sosial dan Keagamaan di Salareh Aia Timur Palembayan, Agam

Penulis: Fernanda Putra Armei, Annisa Fitri, Marleni Syaputri, Sofwah Nabilah, Rifda Hanifa, Fernanda Yulyan Tari, Arnida Ramayani, Nurul Marlisa, Adil Mufti, Al Rozali, Hidayatul Khairi

Editor : Muallim Lubis M.Pem.I

Tata Letak: Fernanda Putra Armei

Desain Sampul: Annisa Safitri

                 

          

 

Diterbitkan oleh:

Penerbit Fahmi Karya

Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024        

Jl. Gunung Bungsu RT 01/RW 02, Sumur Cindai

Kelurahan Tiakar, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231

HP/WA     : 081377856115

Email         : penerbitfahmikarya@gmail.com

Website    : www.penerbitfahmikarya.com 

 

 

QRCBN 62-1057-0827-970

Cetakan Pertama, Agustus 2025

x + 173 hlm: 15,5 x 23 cm

Front CAMRIA, 1,15 Spasi, Size 11

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga buku Di Bawah Langit Salareh Aia: Catatan Perjalanan Dimulai dari Kampuang Tangah ini dapat hadir di tangan pembaca. Buku ini merupakan sebuah catatan perjalanan, sebuah goresan kisah yang terukir selama kami, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN), mengabdikan diri di Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam. Kisah ini tidak hanya tentang tugas akademis, tetapi juga tentang menemukan makna hidup di tengah kesederhanaan.

        Awalnya, kami datang sebagai orang asing. Nagari Salareh Aia, dengan segala keindahan alam dan kearifan lokalnya, menyambut kami dengan hangat. Namun, butuh waktu untuk benar-benar mema-hami detak jantung kehidupan di sana. Kami memulai perjalanan dari Kampuang Tangah, sebuah jorong yang menjadi saksi bisu setiap senyum, tawa, dan tangis yang kami bagikan. Di sana, kami belajar bahwa kebahagiaan sejati seringkali ditemukan dalam hal-hal kecil, seperti secangkir kopi hangat di pagi hari, atau obrolan ringan de-ngan para tetua.

       Buku ini bukanlah sekadar laporan kegiatan. Lebih dari itu, buku ini adalah sebuah narasi tentang pertemuan, perpisahan, dan pelaja-ran yang takkan terlupakan. Kami belajar dari para petani yang gigih, dari anak-anak yang penuh semangat, dan dari para ibu yang tak kenal lelah. Mereka semua adalah guru-guru kehidupan yang sesung-guhnya. Mereka mengajarkan kami tentang arti ketulusan, gotong royong, dan rasa syukur.

       Setiap paragraf dalam buku ini mencoba menangkap esensi dari setiap momen yang kami lalui. Kami menceritakan bagaimana kami mengatasi tantangan, beradaptasi dengan budaya baru, dan memba-ngun ikatan batin dengan masyarakat. Ada kisah tentang program kerja yang berhasil, ada pula cerita tentang kegagalan yang justru mengajarkan kami lebih banyak. Semua itu adalah bagian dari proses pendewasaan.

        Melalui buku ini, kami berharap pembaca dapat merasakan keha-ngatan yang sama seperti yang kami rasakan. Kami ingin membagi-kan potongan-potongan memori yang telah membentuk kami menjadi pribadi yang lebih baik. Kami berharap, cerita kami bisa menjadi inspirasi bagi siapa pun yang akan atau sedang menjalani KKN, untuk tidak hanya melihatnya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai sebuah kesempatan emas untuk belajar dan berkontribusi.

        Tentu saja, buku ini tidak akan terwujud tanpa dukungan banyak pihak. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepa-da Rektor, LPPM, dan seluruh jajaran dosen pembimbing yang telah memberikan arahan dan bimbingan. Terima kasih juga kepada Wali Jorong Kampuang Tangah, Wali Nagari Salareh Aia beserta perangkat nagari, dan seluruh masyarakat yang telah menerima kami dengan tangan terbuka dan memberikan pelajaran yang tak ternilai har-ganya.

       Akhir kata, semoga buku ini bisa menjadi pengingat bagi kami, bahwa di bawah langit Salareh Aia, ada sebuah cerita yang akan se-lalu kami kenang. Semoga apa yang kami tuliskan dapat bermanfaat dan memberikan inspirasi. Selamat membaca, dan mari kita rayakan keindahan dari sebuah pengabdian.

 

Bukittinggi, 15 Agustus 2025

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url