Sejuta Cerita Dari Lambeh: Meniti Jejak Pengabdian di Jorong Lambeh; 11 Aksi
Judul Buku: Sejuta Cerita Dari Lambeh: Meniti Jejak Pengabdian di Jorong Lambeh; 11 Aksi
Nyata Membangun Desa Berbasis Islam dan Kearifan Lokal
Tata Letak: Gita Wardani
Desain Sampul: Farisa Putri Karlina
Diterbitkan oleh:
Penerbit Fahmi Karya
Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024
Jl. Gunung Bungsu RT 01/RW 02, Sumur Cindai
Kelurahan Tiakar, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231
HP/WA : 081377856115
Email : penerbitfahmikarya@gmail.com
Website : www.penerbitfahmikarya.com
QRCBN 62-1057-4985-522
Cetakan Pertama, Juli 2025
x + 130 hlm: 15,5 x 23 cm
Front CAMRIA, 1,15 Spasi, Size 11
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya yang tiada henti, sehingga buku ini dapat hadir sebagai dokumentasi sekaligus refleksi perjalanan pengabdian mahasiswa Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025. Buku ini menghimpun 11 karya pengabdian yang dilaksanakan di Jorong Lambeh, Nagari IV Koto Palembayan, Kabupaten Agam. Setiap karya merupakan hasil dari kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan lingkungan yang saling menguatkan dalam semangat pembangunan desa berbasis nilai Islam dan kearifan lokal.
Jorong Lambeh menjadi ruang belajar yang nyata, tempat kami tidak hanya menjalankan program, tapi juga menyerap nilai-nilai kehidupan yang sederhana namun sarat makna. Mahasiswa dari berbagai program studi hadir dengan ide, semangat, dan ketulusan untuk memberikan kontribusi melalui pendekatan edukatif, sosial, ekonomi, budaya, dan spiritual. Dari kegiatan edukasi menabung bagi siswa SD, pengolahan gula aren secara tradisional, hingga strategi pengembangan desa wisata berbasis Sapta Pesona—semuanya merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya.
Buku ini berjudul Sejuta Cerita dari Lambeh: Meniti Jejak Pengabdian di Jorong Lambeh; 11 Aksi Nyata Membangun Desa Berbasis Islam dan Kearifan Lokal sebagai simbol dari kesungguhan langkah-langkah kecil yang kami tapaki bersama masyarakat. Kami percaya, pengabdian bukan sekadar program akademik, melainkan bentuk cinta yang diwujudkan dalam kerja nyata, sekaligus latihan bagi kami untuk menjadi pribadi yang peduli, berdaya guna, dan berjiwa sosial tinggi.
Dalam prosesnya, kegiatan ini mengajarkan kami pentingnya kehadiran, mendengarkan, dan beradaptasi. Tak semua berjalan mulus, tapi dari setiap tantangan, kami belajar bertumbuh. Setiap interaksi dengan masyarakat adalah pelajaran hidup yang tak bisa didapat dari ruang kelas. Dari anak-anak yang semangat menabung, ibu-ibu yang tekun menjaga tradisi, hingga pemuda yang ingin desanya berkembang—semuanya menjadi bagian dari narasi besar dalam buku ini.
Ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada keluarga tercinta yang selalu mendoakan dan mendukung sepenuh hati selama pelaksanaan KKN hingga proses penyusunan buku ini selesai. Terima kasih pula kepada seluruh anggota Kelompok KKN 53 Jorong Lambeh, yang telah menjadi tim terbaik dalam kerja sama, saling menyemangati, dan bersama-sama menghadapi suka duka di lapangan. Setiap program yang kami wujudkan adalah buah dari kebersamaan dan kekompakan yang tak tergantikan.
Kami juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setulusnya kepada Bapak Dr. Irwandi, SS., M.Pd, selaku dosen pembimbing lapangan, atas bimbingan, arahan, dan semangat yang Bapak berikan kepada kami. Beliau tidak hanya mendampingi kegiatan lapangan dengan penuh kesabaran dan kehangatan, tetapi juga membimbing kami dalam penyusunan karya ilmiah dan buku ini dengan ketelatenan yang luar biasa.
Kepada masyarakat Jorong Lambeh, kami haturkan terima kasih yang tulus atas keterbukaan, keramahan, dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami. Segala bentuk kerja sama, cerita, dan kehangatan menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian ini. Semoga setiap kegiatan kecil yang kami lakukan dapat membawa manfaat dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
Akhir kata, semoga buku ini dapat menjadi bacaan yang bermakna dan menginspirasi pembaca dari berbagai kalangan. Kami berharap bahwa dokumentasi ini bukan sekadar arsip akademik, tetapi juga bisa menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya, bagi masyarakat luas, dan bagi siapa pun yang percaya bahwa perubahan bisa dimulai dari desa, dari tindakan sederhana, dan dari niat yang ikhlas untuk memberi.
Bukittinggi, 20 Juli 2025
Penulis
