Simulasi Kebijakan Dampak Penerapan Larangan Ekspor Tembaga di Indonesia
Judul Buku: Simulasi Kebijakan Dampak Penerapan Larangan Ekspor Tembaga di Indonesia
Penulis: Putri Ayu, S.E., M.Sc
Tata Letak: Feni Efendi
Desain Sampul: Feni Efendi
Diterbitkan oleh:
Penerbit Fahmi Karya
Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024
Jl. Gunung Bungsu RT 01/RW 02, Sumur Cindai
Kelurahan Tiakar, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231
HP/WA: 081377856115
Email: penerbitfahmikarya@gmail.com
Website: www.penerbitfahmikarya.com
Cetakan Pertama, Oktober 2026
viii + 86 hlm: 15,5 x 23 cm
Font CAMRIA, 1,15 Spasi, Size 11
SINOPSIS
Gagasan utama penyusunan buku ini berangkat dari adanya diskursus ekonomi makro yang intensif mengenai pemberlakuan pem-batasan dan pelarangan ekspor bijih tembaga mentah (raw ore). Di satu sisi, pemerintah menunjukkan komitmen yang kuat untuk menghen-tikan ketergantungan historis terhadap ekspor komoditas primer ber-nilai tambah rendah demi mengamankan kedaulatan industri nasional. Namun di sisi lain, kebijakan ini memicu keraguan serta kekhawatiran dari berbagai pihak terkait potensi risiko dislokasi ekonomi, kejatuhan neraca perdagangan, hingga ketidaksiapan infrastruktur pemurnian (smelter) di dalam negeri yang berpotensi merugikan perekonomian agregat. Untuk menjawab dilema dan tantangan tersebut, buku ini menyajikan simulasi kuantitatif yang membandingkan berbagai ske-nario penerapan pelarangan ekspor tembaga. Melalui pembacaan mat-riks transaksi antarindustri, buku ini memperlihatkan secara kontras dampak dari skenario pelarangan ekspor tanpa kesiapan infrastruktur serapan domestik yang memicu kerugian nilai tambah dan pendapatan nasional, berhadapan dengan skenario ideal hilirisasi terpadu yang didukung kesiapan industri hilir. Temuan simulasi ini memberikan bukti empiris bahwa keberhasilan kebijakan hilirisasi tidak cukup sekadar mengandalkan ketegasan regulasi, melainkan mutlak bertumpu pada kesiapan fisik matriks industri domestik.
Pembahasan di dalam buku ini disusun secara sistematis men-cakup landasan teori pembangunan ekonomi Leontief, evaluasi keter-kaitan sektoral dan angka pengganda (multiplier effect), kondisi riil perdagangan tembaga nasional, analisis risiko fiskal dan geopolitik global, hingga perumusan strategi transisi dan tata kelola berkelanjutan (Environmental, Social, and Governance / ESG). Kehadiran pembahasan yang luas ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang utuh mengenai kompleksitas jaringan keterkaitan antarindustri yang saling mengikat dari hulu ke hilir dalam sistem perekonomian Indonesia.
.%20Di%20satu%20sisi,%20p(1).png)