Pendidikan Agama Islam Berbasis Human-Centered Design Thinking

 


Judul Buku: Pendidikan Agama Islam Berbasis Human-Centered Design Thinking

Penulis: Rikil Amri, S.Pd., M.Pd., Dede Ridho Firdaus, S.M., M.Pd., Muhammad Ade Alfarizi

Editor: Salma Nofri Yanti, S.Pd., M.Kom

Tata Letak: Salma Nofri Yanti, S.Pd., M.Kom

Desain Sampul: Muhammad Ade Alfarizi

                       

                       

 

Diterbitkan oleh:

Penerbit Fahmi Karya

Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024           

Jl. Gunung Bungsu RT 01/RW 02, Sumur Cindai

Kelurahan Tiakar, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231

HP/WA: 081377856115

Email: penerbitfahmikarya@gmail.com

Website: www.penerbitfahmikarya.com 

 

 

 

Cetakan Pertama, Oktober 2026

xii + 182 hlm: 15,5 x 23 cm

Font CAMRIA, 1,15 Spasi, Size 11

 

SINOPSIS

Buku ini hadir sebagai ikhtiar intelektual untuk merespons dinamika zaman yang terus bergerak cepat, di mana dunia pendidikan dituntut untuk tidak hanya sekadar mentransfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga mampu menyentuh aspek emosional, spiritual, dan kebutuhan nyata peserta didik secara holistik.

Di tengah arus modernisasi dan disrupsi digital yang kian masif, pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di berbagai jenjang sering kali dihadapkan pada tantangan klasik: bagaimana menjadikan nilai-nilai transendental Al-Qur'an dan Sunnah agar tetap relevan, konteks-tual, dan membumi di hadapan generasi muda. Pendekatan konven-sional yang kerap bersifat satu arah dan doktrinatif terkadang kurang merespons pergulatan batin serta realitas kehidupan sehari-hari yang dihadapi oleh peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan sebuah tero-bosan metodologis dan filosofis yang menempatkan manusia—dalam hal ini peserta didik—sebagai subjek utama yang memiliki ragam pengalaman, keunikan, serta tantangan hidup yang khas.

Gagasan memadukan esensi ajaran Islam dengan kerangka kerja Human-Centered Design Thinking (HCDT) merupakan upaya strategis untuk menjawab persoalan tersebut. Design Thinking yang dikenal sebagai metode pemecahan masalah yang berpusat pada manusia (human-centric) memberikan ruang empati yang mendalam untuk memahami kebutuhan, kegelisahan, dan harapan peserta didik sebelum sebuah materi atau intervensi pembelajaran dirancang. Ketika prinsip-prinsip HCDT—seperti empathize, define, ideate, prototype, dan test—diintegrasikan ke dalam ekosistem PAI, maka proses pembelajaran agama tidak lagi dipandang sebagai rutinitas hafalan semata, melainkan sebagai ruang dialog interaktif yang solutif, kreatif, dan penuh makna.

Melalui buku ini, pembaca akan diajak untuk menyelami bagai-mana merancang pengalaman belajar agama yang partisipatif dan adaptif. Setiap bab diuraikan secara sistematis, mulai dari landasan filosofis integrasi nilai-nilai Islam dengan inovasi pedagogi modern, pemetaan empati terhadap karakter peserta didik kontemporer, hingga teknik merumuskan solusi pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan aplikatif. Penulis berupaya menyajikan teori yang bernas yang dipadukan dengan contoh-contoh implementasi praktis di ruang kelas, sehingga buku ini tidak hanya kaya secara konseptual, tetapi juga sangat operasional bagi para praktisi pendidikan.

 

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url