Kepala Perpustakaan Nasional Mengunjungi Museum PDRI & dan Rumah Tan Malaka, Beliau Berkesempatan Singgah ke Dinas Perpustakaan & Kearsipan Kota Payakumbuh
PAYAKUMBUH, — Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia, Prof. E. Aminudin Aziz, MA., Ph.D., melakukan kunjungan ke Museum Nasional PDRI dan Rumah Tan Malaka, berkesempatan singgah di Perpustakaan Umum Daerah Kota Payakumbuh, Kamis (4/6/2026). Kunjungan strategis ini dilakukan untuk meninjau langsung perkembangan literasi daerah sekaligus memperkuat simpul sejarah perjuangan bangsa melalui pengelolaan perpustakaan dan kearsipan.
Rombongan Kepala Perpusnas yang didampingi Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi, Leksi Hedrifa, S.Kom., M.M., tiba di Perpustakaan Umum Daerah Kota Payakumbuh sekitar pukul 10.00 WIB.
Kedatangan pucuk pimpinan tertinggi lembaga perpustakaan di Indonesia ini disambut langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh Erwan, Sekretaris Dinas Fatmawati, Kepala Bidang Perpustakaan Rudi Arnel, Kepala Bidang Kearsipan Syafrianto, serta jajaran fungsional pustakawan daerah.
"Kami sangat senang dan bersyukur atas kunjungan Kepala Perpusnas ini. Semoga kami terus mendapatkan bimbingan dan berbagi pengalaman dari beliau ke depan," ungkap Erwan saat menyambut rombongan.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Perpusnas menyempatkan diri meninjau berbagai fasilitas layanan publik, termasuk melihat dari dekat pemanfaatan ruang baca dan program inovasi perpustakaan daerah yang kini membuka layanan hingga akhir pekan.
Di sela-sela peninjauan, suasana hangat terlihat saat Kepala Perpusnas dan Kepala UPT Perpustakaan Bung Hatta bertemu serta beramah tamah dengan penulis sekaligus peneliti sejarah lokal, Feni Efendi.
Dalam pertemuan singkat namun substantif tersebut, Feni memperkenalkan beberapa karyanya tentang Payakumbuh serta proyek ensiklopedia lokal yang sebagian besar proses riset dan penulisannya memanfaatkan fasilitas Perpustakaan Umum Daerah Kota Payakumbuh.
"Perpustakaan Umum Daerah Kota Payakumbuh ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Pelayanan juga dibuka pada hari Sabtu dan Minggu, dan masyarakat bertambah antusias dengan adanya acara nonton bareng di Studio Lantai 3 pada akhir pekan tersebut," ungkap Feni Efendi.
Pada momen berharga tersebut, Feni Efendi juga berniat menyerahkan karya sejarah bangsa kepada Kepala Perpusnas. Buku tersebut berjudul "Jejak yang Terlupakan: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah".
Selaras dengan pembahasan buku tersebut, usai meninjau Perpustakaan Umum Daerah Kota Payakumbuh, rombongan langsung bertolak menuju kawasan perbukitan di pedalaman Kabupaten Lima Puluh Kota. Tujuan utama rombongan adalah mengunjungi Museum Nasional PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) yang terletak di Aia Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh.
Perjalanan napak tilas sejarah ini turut didampingi langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Erwan, bersama pustakawan Ipil Susanti, serta jajaran terkait lainnya.
Kunjungan ke Gunuang Omeh ini menjadi penegasan pentingnya integrasi antara perpustakaan, kearsipan, dan museum dalam merawat sejarah. Kawasan Gunuang Omeh memiliki nilai historis yang sangat tinggi dalam perjalanan bangsa karena pernah menjadi basis pertahanan sekaligus pusat pemerintahan darurat saat agresi militer Belanda melumpuhkan ibu kota Yogyakarta.
Melalui kunjungan ini, Perpusnas berkomitmen untuk terus mendorong perpustakaan daerah agar tidak sekadar menjadi tempat meminjam buku. Perpustakaan harus bertransformasi menjadi pusat inkubasi pengetahuan, pendukung utama riset sejarah lokal, dan ruang pemberdayaan masyarakat berbasis inklusi sosial.
