Seni Mengambil Keputusan Saat Masa Depan Tidak Pasti

 


Judul Buku                 : Seni Mengambil Keputusan Saat Masa Depan Tidak Pasti

Penulis                        : Eko Wiraspanggi, S.Tr.IP ; Deri Candra, S.Pd ; Dr. Ir. Zefriyenni, M.M

Editor                         : Dr. Ir. Zefriyenni, M.M

Tata Letak                  : Deri Candra, S.Pd

Desain Sampul           : Eko Wiraspanggi, S.Tr.IP

                 

                 

 

Diterbitkan oleh:

Penerbit Fahmi Karya

Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024        

Jl. Gunung Bungsu RT 01/RW 02, Sumur Cindai

Kelurahan Tiakar, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231

HP/WA     : 081377856115

Email         : penerbitfahmikarya@gmail.com

Website    : www.penerbitfahmikarya.com 

 

 

 

Cetakan Pertama, Maret 2026

viii + 72 hlm: 15,5 x 23 cm

Front CAMRIA, 1,15 Spasi, Size 11

 

SINOPSIS

Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga buku ini yang berjudul Seni Mengambil Keputusan Saat Masa Depan Tidak Pasti dapat terselesaikan dengan baik. Di mana dunia yang kita huni saat ini tidak lagi sekadar bergerak cepat, melainkan bertransformasi dalam ketidakteraturan yang sering kali sulit diprediksi. Di tengah deru perubahan global, disrupsi teknologi, dan fluktuasi ekonomi, kemam-puan untuk menentukan pilihan bukan lagi sekadar keterampilan manajerial, melainkan sebuah seni bertahan hidup.

       Buku ini diawali dengan membedah ontologi dan fondasi dasar pengambilan keputusan. Kita sering kali terjebak dalam kebingungan saat menghadapi situasi sulit karena gagal membedakan antara "risiko"—di mana probabilitas dapat dihitung—dan "ketidakpastian Knightian"—di mana masa depan benar-benar tidak diketahui. Dengan memahami esensi strategis dan proses universal dalam pengambilan keputusan, pembaca diajak untuk membangun fondasi berpikir yang kokoh sebelum melangkah ke dalam kompleksitas pilihan yang lebih dalam.

       Memasuki mekanisme yang lebih teknis, buku ini mengeksplorasi bagaimana manusia berfungsi dalam kondisi terukur dan tidak terukur. Melalui pembahasan mengenai rasionalitas terbatas (bounded rationality) dan teori utilitas, kita diingatkan bahwa kapasitas kognitif manusia memiliki batasan. Kita tidak selalu bisa menjadi mesin logika yang sempurna, namun kita bisa belajar untuk mengoptimalkan keputusan di tengah keterbatasan informasi yang kita miliki untuk mencapai hasil yang paling memadai. Namun, logika saja tidak cukup untuk memahami mengapa kita sering kali mengambil keputusan yang keliru. Oleh karena itu, bagian tengah buku ini menyelami aspek psikologis dan bias kognitif yang kerap mendistorsi persepsi kita dalam situasi kritis. Melalui Teori Prospek dan pemetaan neurobiologi, kita akan melihat bagaimana otak manusia merespons keuntungan dan kerugian secara berbeda, serta bagaimana dekonstruksi heuristik dapat membantu kita mengenali jebakan mental yang sering kali tidak kasat mata.

       Strategi tanpa resiliensi akan runtuh saat menghadapi badai. Buku ini menawarkan navigasi strategis melalui teknik Scenario Planning dan konsep Antifragility, di mana tantangan tidak hanya dihadapi, tetapi dijadikan batu loncatan untuk tumbuh di tengah kekacauan. Dengan menjaga fleksibilitas melalui Real Options Thinking dan menerapkan Margin of Safety, kita belajar untuk tidak hanya sekadar selamat dari fenomena Black Swan, tetapi juga tetap tangguh saat skenario terburuk sekalipun terjadi.

        Pada akhirnya, pengambilan keputusan yang efektif adalah perpaduan harmonis antara seni dan sains. Buku ini menginteg-rasikan intuisi yang terdidik (educated intuition) dengan arsitektur pilihan yang dirancang secara sistematis. Dalam krisis, keputusan bukan hanya soal angka dan data, melainkan juga soal etika dan tanggung jawab moral. Bagian akhir buku ini memastikan bahwa setiap pilihan yang diambil tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan yang kuat, bahkan di tengah situasi yang paling ambigu sekalipun.

 

 

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url