Tabiang Menyapa Pengabdian Membawa Cerita

 



Judul Buku : Tabiang Menyapa Pengabdian Membawa Cerita

Penulis : Desti Sartini, S.P.I., M.Pd, Hanifah Nabiila, Adrian Seva, Nisa Angraini Harahap, Amir Rajli, Suci Nanda Fahira, Apriza Weni, Sri Don Mesti, Suci Indah Sari, Gustia Ningsih, Yadri Yansah Bugis

Editor : Desti Sartini, S.P.I., M.Pd

Tata Letak: Hanifah Nabiila

Desain Sampul: Adrian Seva

                 

                 

 

Diterbitkan oleh:

Penerbit Fahmi Karya

Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024        

Jl. Gunung Bungsu RT 01/RW 02, Sumur Cindai

Kelurahan Tiakar, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231

HP/WA     : 081377856115

Email         : penerbitfahmikarya@gmail.com

Website    : www.penerbitfahmikarya.com 

 

 

QRCBN 62-1057-3166-132

Cetakan Pertama, September 2025

x + 98 hlm: 15,5 x 23 cm

Font CAMRIA, 1,15 Spasi, Size 11

 

KATA PENGANTAR

Jorong Tabiang, Nagari Pauh Kamang Mudiak, sebuah nama yang mungkin asing bagi sebagian besar dari kami, namun kini telah terukir dalam setiap ingatan dan relung hati. Nama tersebut tak lagi sekadar deretan kata di peta, melainkan sebuah rumah yang penuh dengan senyum hangat, tawa riang, dan pelajaran berharga. Tujuh puluh hari yang kami habiskan di sana bukanlah sekadar program Kuliah Kerja Nyata (KKN) biasa, melainkan sebuah perjalanan transformatif yang membuka mata kami tentang makna pengabdian, kebersamaan, dan arti sederhana dari kebahagiaan. Buku ini adalah rekaman dari perjalanan itu, sebuah catatan tentang bagaimana Tabiang menyapa kami dengan keramahan yang tak terbatas, dan bagaimana pengabdian kami membawa cerita yang akan selalu kami kenang.

       Melalui program KKN ini, kami, para mahasiswa, berkesempatan untuk terjun langsung ke tengah masyarakat dan belajar dari kehidupan nyata yang jauh dari hingar-bingar perkotaan. Kami tiba di Tabiang dengan membawa segudang teori dari bangku kuliah, namun kami dengan cepat menyadari bahwa ilmu yang paling berharga adalah yang kami dapatkan langsung dari interaksi sehari-hari dengan warga. Kami belajar bagaimana kegigihan petani mengolah lahan, bagaimana kearifan lokal dijaga dari generasi ke generasi, dan bagaimana semangat gotong royong menjadi denyut nadi yang menghidupkan setiap sudut nagari. Semua pengalaman ini mengajarkan kami bahwa teori tanpa praktik adalah hampa, dan pengabdian sejati dimulai dari kerelaan untuk berinteraksi dan mendengarkan.

         Kehadiran kami di Tabiang tidak semata-mata untuk mengimple-mentasikan program, melainkan untuk menjadi bagian dari sebuah keluarga besar. Kami berusaha menyatu dengan warga, mendengarkan keluh kesah mereka, dan bergotong royong membangun asa bersama. Program-program yang kami laksanakan, mulai dari sosialisasi kesehatan, pendampingan pendidikan, hingga pelatihan kewirausahaan, hanyalah jembatan untuk membangun hubungan yang lebih erat. Di setiap kegiatan, kami melihat antusiasme dan partisipasi aktif dari warga, yang membuat setiap lelah terasa hilang. Kami tak pernah menyangka bahwa sambutan hangat dan dukungan penuh dari masyarakat Tabiang akan menjadi motivasi terbesar kami.

        Buku ini disusun dengan harapan agar cerita-cerita kecil dari Tabiang dapat menginspirasi lebih banyak orang. Kami ingin mem-bagikan kisah tentang para pemuda yang bersemangat dalam belajar, para ibu yang gigih dalam berkreasi, dan para tokoh masyarakat yang bijaksana dalam memimpin. Ini bukan hanya tentang kisah kami sebagai mahasiswa, tetapi lebih banyak tentang kisah keberanian dan ketangguhan masyarakat Tabiang itu sendiri. Melalui setiap lembar yang tertulis, kami ingin Tabiang dikenal sebagai sebuah tempat yang penuh dengan ketulusan dan semangat.

        Pada kesempatan ini, kami juga ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah mendukung kelancaran program KKN kami. Terima kasih kepada pihak universitas yang telah memfasilitasi program ini, kepada Pemerintah Nagari Pauh Kamang Mudiak yang telah menerima kami dengan tangan terbuka, dan kepada seluruh masyarakat Jorong Tabiang atas segala keramahan, bimbingan, dan cinta yang telah kalian berikan. Tanpa dukungan dan kerja sama dari semua pihak, mustahil bagi kami untuk menyelesaikan pengabdian ini dengan sukses.

         Akhir kata, semoga buku Tabiang Menyapa, Pengabdian Membawa Cerita ini dapat menjadi kenangan abadi bagi kami dan seluruh masyarakat Tabiang. Buku ini adalah bukti bahwa pengabdian bukanlah beban, melainkan sebuah kesempatan emas untuk belajar, bertumbuh, dan memberikan makna bagi kehidupan orang lain. Kami pamit dengan membawa jutaan cerita indah, harapan, dan janji untuk kembali. Tabiang, engkau adalah guru terbaik kami.

        

 

Bukittinggi,  09 September 2025

 


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url