Filosofi Senja Sasaka Pasia Tiku Kumpulan Rekam Jejakpengabdian, Genggam Kebersamaan Serta Literasi Untuk Mayarakat
Judul Buku: Filosofi Senja Sasaka Pasia Tiku Kumpulan Rekam Jejakpengabdian, Genggam Kebersamaan Serta Literasi Untuk Mayarakat
Penulis: Soraya oktarina MIP, Assyfa Reyhani, Gea Martcely, Nabila Putri, Ferdian Herianzah Simanullang, Reza, Afrijhoni Muhammad Revan, Widia Alisya Putri, Sindi Apria Nika, Rahma Oktafianti, Soraya Nailatul Fadila, Salman Al Faritsi
Editor : Soraya Oktarina, MIP
Tata Letak: Neci Oparianti, S.Pd
Desain Sampul: Neci Oparianti, S.Pd
Diterbitkan oleh:
Penerbit Fahmi Karya
Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024
Jl. Gunung Bungsu RT 01/RW 02, Sumur Cindai
Kelurahan Tiakar, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231
HP/WA : 081377856115
Email : penerbitfahmikarya@gmail.com
Website : www.penerbitfahmikarya.com
QRCBN : 62-1057-8434-525
Cetakan Pertama, Agustus 2025 v +
144 hlm: 15,5 x 23 cm
Front CAMRIA, 1,15 Spasi, Size 11
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah kita ucapkan atas kehadirat Allah SWT. Atas limpahan rahmat, hidayar serta karunia-Nya kepada semua penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan ragam tulisan, yang kemudian dirangkum dan dibuat ke dalam sebuah buku bunga rampai. Sholawat serta salam kita kirimkan kepada baginda Rasulullah SAW. Yang telah mengajarkan serta membawakan perubahan sehingga dunia menjadi tahu akan arti peradaban dan berperi-kemanusiaan. Dengan penuh raya syukur dan bangga terucap, buku yang berjudul “FILOSOFI SENJA SASAKA PASIA TIKU” (Kumpulan Rekam jejak Pengabdian, Genggam Kebersamaan serta Literasi untuk Mayarakat) dapat terselesaikan pada tahun 2025 ini.
Setiap daerah memiliki ragam pesona dan daya tarik keelokan kearifan lokal tersendiri.
Potensi ekonomi, budaya, tradisi, keagamaan, Sosial kemasyarakatan, alam, lingkungan membalut cover membedakan satu daerah dengan daerah lainnya. Seperti namanya PASIA TIKU, sebuah daerah yang terletak sepanjang kawasan pantai, menyimpan sejuta pesona dan keunikan. Bak mutiara ditengah lautan, potensi tersembunyi Pasia Tikua dijamin mampu menarik mata dunia. Mulai dari keindahan alam pantai, potensi kekayaan laut, geliat UMKM, Pesona budaya seni tambua hingga Kekhasan tradisi dan religiusitas masyarakat. Tak ada gading yang tak retak. Tak ada kesempurnaan tanpa pemberdayaan. Potensi Pasia tikua tentu masih membutuhkan pengembangan. Dibutuhkan upaya pemberdayaan masyarakat yang soluif, inovatif dan berkelanjutan dalam memfasilitasi masyarakat Pasia Tiku menuju kemajuan. Perkembangan teknologi, informasi, digitalisasi hingga pembaruan sistem ekonomi mendesak setiap masyarakat untu mampu beradaptasi. Masyarakat harus “melek” dengan penggunaan teknologi teknologi terbaru dalam menyokong kemapanan hidup. Berlabel Daerah, bukan menandakan Pasia tikua Ketinggalan dalam persaingan. Berbagai upaya dan sinergitas kerjasama dilakukan untuk mengantarkan transformasi Pasia tikua kearah kemajuan. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah yakni bekerjasama dengan lembaga pendidikan, seperti Perguruan Tinggi.
Perguruan Tinggi memberikan sumbangsih dan berkontribusi dalam peningkatan kualitas masyarakat salah satunya dengan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Sebagai lembaga pendidikan tertinggi, perguruan tinggi selayaknya mampu mempersiapkan mahasiswa agar memiliki modal, keterampilan, kepekaaan hingga kepedulian langsung dalam pengembangan masyarakat melalui progam Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melalui Program Kuliah Kerja Nyata, Mahasiswa diberikan kesempatan untuk turun kelapangan, mempraktektan ilmu serta teori yang selama ini mereka dapatkan di dalam bangku perkuliahan berdasarkan bidang ilmu masing-masing. Masyarakat diharapkan dapat memperoleh pengalaman hidup bermasyarakat, terlibat dalam dinamika sosial kemasyarakatan, serta memberikan sumbangsih ide gagasan yang berguna dalam peningkatan kualitas pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) terangkum sejauh mana mahasiwa mampu memetakan permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat, menilik dan menganalisa akar permasalahan, menyajikan alternatif solusi, mensosialisasikan dan mengkomunikasikannya dengan masyarakat, serta merealisasikannya dalam bentuk tindakan nyata dengan berkordinasi bersama berbagai pihak, terutama pemerintahan daerah.
Buku ini merupakan kumpulan artikel mahasiswa yang dijadikan dalam bentuk bunga rampai. Penyusunan buku ini dilakukan berdasarkan kegiatan pengabdian yang dilakukan kepada masyarakat Jorong Pasia Tiku. Seperti istilah senja, sebuah keindahan di penghujung hari yang menunjukan kematangan dalam pencapaian. Puncak dari segala yang ditunggu. Begitu jugalah Pasia Tiku, akan ada usaha, pengorbanan, pemberdayaan, konsistensi dan komitmen bersusah-susah diawal, merengguk sukses jua akhirnya. Sunset identik dengan matahari terbenam, bukan berarti akhir kehidupan, namun moment munculnya kembali harapan untuk lahir, tumbuh, dan bersinar kembali. Melalui kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN di Jorong Pasia Tiku, buku ini menjadi bukti bahwa tempat ini pernah menjadi SASAKA yang dalam bahasa minang tempat kami berkumpul, tempat kami berbaur selama 40 hari menjadi bagian dari masyarakat Pasia Tiku. Menjadikan Pasia Tiku seperti rumah sendiri, merasakan berbagai permasalahan, dan menemukan sendiri pikiran, ide, gagasan serta upaya meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam berbagai sisi; ekonomi, keagamaan, seni budaya, pendidikan , birokrasi, kemaysarakatan dan lainnya.
Penyusunan buku ini disusun semaksimal mungkin dengan bantuan dari berbagai pihak sehinga. Untuk itu, kami ucapkan terimakasih yang menalam kepada semua pihak yang telah membantu proses penerbitan buku ini. Semoga hubungan dan kerjasama yang terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan. Harapan dari peulis, kehadiran buku yang berjudul “FILOSOFI SENJA SASAKA PASIA TIKU” (Kumpulan Rekam jejak Pengabdian, Genggam Kebersamaan serta Literasi untuk Mayarakat) di tahun 2025 ini, dapat menambah referensi dalam mengelola potensi masyarakat Pasia Tiku dan juga dapat menjadi bukti rekam jejak pegabdian penulis di ranah seindah Jorong Pasia Tiku. Dalam penulisan buku ini, penulis menyadari sepenuhnya buku ini masih jauh dari kata sempurna, tentu banyak kekurangan dalam penulisan artikel dan penyusunan buku ini, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna kesempurnaan buku ini. Akhir kata penulis berharap semoga hasil pengabdian ini bermanfaat bagi pembaca dan masyarakat, dan semoga tulisan di dalam buku ini dapat menjadi ilmu yang bermanfaat bagi semua kalangan dalam pengembangan potensi daerah yang dimiliki.
