Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Judul Buku: Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Penulis: Feni Efendi, Sri Wahyuni, M.IP., Muhammad Fadhli, M.P., Rika Jufriazia Manita, M.I.Kom., Dodi Nofri Yoliadi, M.Kom., Dr. Ihsan Sanusi, M.Ag., Nurrahma Yanti, S.Sos, M.A., Ipil Susanti, S.I.Pust
Penata Letak: Feni Efendi
Desain Cover: Feni Efendi
Diterbitkan oleh:
Diterbitkan oleh:
Penerbit Fahmi Karya
Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024
Jl. Gunung Bungsu RT 01/RW 02, Sumur Cindai
Kelurahan Tiakar, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231
HP/WA: 081377856115
Email: penerbitfahmikarya@gmail.com
Website: www.penerbitfahmikarya.com
Cetakan Pertama, September 2026
x + 140 hlm: 15,5 x 23 cm
Font Camria, 1,15 Spasi, Size 11
SINOPSIS
Buku ini ditulis sebagai upaya untuk menyediakan kerangka kerja konseptual, praktis, dan futuristik yang komprehensif bagi akade-misi, mahasiswa, pustakawan, serta praktisi literasi. Memasuki babak baru era siber, perpustakaan tidak lagi dipandang sekadar sebagai ruang sunyi penampung buku cetak (book repository), melainkan seba-gai episentrum dinamika pengetahuan, laboratorium budaya, dan ruang publik yang inklusif. Melalui susunan materi yang terstruktur secara sistematis, buku ini berusaha menjembatani teori-teori dasar keperpus-takawanan dengan isu-isu kontemporer yang tengah berkembang pesat di tingkat global.
Pembahasan dalam buku ini dirancang secara menyeluruh, men-cakup pilar-pilar penting dalam ilmu perpustakaan dan informasi. Pada bagian-bagian awal, pembaca diajak memahami fondasi dasar pengor-ganisasian informasi, manajemen koleksi, serta evolusi layanan perpus-takaan. Selanjutnya, pembahasan melangkah pada penguatan kompe-tensi literasi melalui model-model literasi informasi tepercaya seperti Big6 dan SCONUL Seven Pillars, yang menjadi peta navigasi vital dalam mengarungi belantara informasi digital yang kian kompleks.
Memasuki ranah siber, buku ini secara kritis membedah tan-tangan-tantangan baru dalam ekosistem pengetahuan, seperti metode evaluasi kritis sumber informasi guna menangkal maraknya disinfor-masi dan hoaks. Di samping itu, penekanan mendalam juga diberikan pada etika penggunaan informasi, lisensi Creative Commons, pence-gahan plagiarisme, serta pemanfaatan perangkat manajemen referensi modern. Penekanan aspek-aspek ini bertujuan untuk mencetak insan akademis dan masyarakat digital yang tidak hanya kritis dalam menyerap informasi, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi. Tidak kalah penting, buku ini menatap masa depan dengan meng-hadirkan diskursus kontemporer yang merevolusi paradigma perpus-takaan. Mulai dari Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) demi pemberdayaan masyarakat, gerakan Open Access dan Open Science, hingga keterlibatan perpustakaan dalam Digital Humanities. Buku ini juga secara responsif membahas tantangan ekolo-gis melalui konsep Green Library sebagai bentuk komitmen terhadap keber-lanjutan lingkungan hidup di era krisis iklim.
Satu aspek krusial yang menjadi sorotan utama pada penutup buku ini adalah tantangan dan peluang profesi pustakawan di tengah maraknya teknologi Kecerdasan Buatan Generatif (Generative AI). Buku ini menegas-kan bahwa kehadiran AI bukanlah ancaman kepunahan bagi profesi pustakawan, melainkan sebuah momentum untuk memper-kuat peran-peran khas manusia yang tidak dapat digantikan oleh mesin, seperti empati, penalaran kritis, kepekaan budaya, dan penegakan etika ilmu pengetahuan di ruang digital. Dan akhir kata, penulis menyam-paikan apresiasi dan teri-ma kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mem-berikan dukungan, masukan, dan inspirasi selama proses penyusunan buku ini.
.png)