Two Side Two Face

 

Judul Buku                       : Two Side Two Face

Penulis                               : Deva L. Ditra

Penyunting                      : Feni Efendi

Penata Letak                  : Tim Penerbit

Desain Cover                  : Tim Penerbit

                       

 

Diterbitkan oleh:

Penerbit Fahmi Karya

Jl. Gunung Bungsu, RT 01/RW 02, Sumur Cindai, Kelurahan Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231.

Email: penerbitfahmikarya@gmail.com

Website: www.penerbitfahmikarya.com

HP/WA: 081377856115

 

Cetakan Pertama, April 2026

x + 229 hlm: 13 x 19 cm

Font Book Antiqua, 1,15 Spasi, Size 10,5

 

SINOPSIS

Novel ini berpusat pada kisah Hiyori Hikari dan Hitori Hikari, saudara kembar yang memiliki kepribadian bagai bumi dan langit. Melalui sudut pandang Hiyori yang tertutup dan penyendiri, kita akan melihat bagaimana bayang-bayang seorang saudari yang menjadi idol terkenal tidak hanya menciptakan jarak sosial, tetapi juga menyimpan rahasia-rahasia pilu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Konflik batin dan dinamika sosial di sekolah menjadi bumbu yang memperkuat kedekatan emosional keduanya.

Gagasan utama dari cerita ini lahir dari pemikiran bahwa setiap individu memiliki sisi lain yang jarang diperlihatkan kepada dunia. Penulis ingin menyoroti bahwa di balik senyuman yang paling cerah sekalipun, sering kali tersimpan luka atau beban yang dipikul sendirian. Perjalanan Hiyori dalam memahami penderitaan diam-diam saudarinya merupakan inti dari narasi yang ingin disampaikan, sekaligus menjadi pesan moral tentang pentingnya empati dan komunikasi antar anggota keluarga.

Latar belakang panti asuhan dan masa lalu yang kelam memberikan dimensi tambahan pada novel ini, memperlihatkan bahwa karakter manusia dibentuk oleh ingatan-ingatan masa kecil yang terkadang menyakitkan. Melalui tokoh-tokoh seperti Yoru, Airo, dan Akio, penulis mencoba menghidupkan suasana kekeluargaan yang tulus di tengah keterbatasan. Kehadiran mereka membuktikan bahwa "keluarga" tidak selalu tentang darah, melainkan tentang siapa yang tetap berdiri di samping kita saat badai menerjang.

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url