Gunuang Omeh
Judul Buku : Gunuang Omeh
Penulis : Feni Efendi
Penata Letak : Feni Efendi
Desain Sampul : Feni Efendi
Diterbitkan oleh:
Penerbit Fahmi Karya
Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024
Jl. Gunung Bungsu, Sumur Cindai, RT 01/RW02, Kel. Tiakar, Kec. Payakumbuh Timur,
Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231
Email: penerbitfahmikarya@gmail.com
Website: www.penerbitfahmikarya.com
Hp/WA: 081377856115
Cetakan Pertama, Februari 2026
viii + 92 hlm: 14,8 x 21 cm
Font Camria, 1,15 Spasi, Size 11
Buku ini disusun sebagai upaya untuk mendokumentasikan kekayaan intelektual, sejarah, dan potensi daerah yang selama ini menjadi permata tersembunyi di hamparan alam Sumatra Barat. Penulisan ini didorong oleh keinginan untuk memperkenalkan lebih dalam tentang sebuah wilayah yang tidak hanya memiliki nama yang megah, tetapi juga jiwa yang besar.
Bab-bab awal buku ini membawa pembaca menyelami lorong waktu melalui catatan sejarah yang membentuk identitas Gunuang Omeh. Dari asal-usul namanya yang melegenda hingga perannya dalam dinamika perjuangan daerah, bagian ini berupaya menyatukan kepingan peristiwa masa lalu agar tidak terlupakan oleh generasi mendatang. Sejarah bukan sekadar urutan angka tahun, melainkan fondasi karakter yang membuat masyarakat Gunuang Omeh tetap kokoh hingga hari ini.
Tak gading yang tak retak, namun kekuatan sesungguhnya dari suatu daerah terletak pada manusianya. Oleh karena itu, bagian khusus mengenai para tokoh inspiratif turut dihadirkan. Di sini, kita akan mengenal sosok-sosok yang telah memberikan kontribusi nyata, baik dalam bidang pemikiran, pembangunan, maupun pelestarian budaya. Kisah hidup mereka diharapkan menjadi teladan dan penyemangat bagi anak nagari untuk terus berkarya demi kemajuan tanah kelahiran. Buku ini juga memotret realitas potensi ekonomi yang sangat menjanjikan. Dengan analisis yang mendalam, dipaparkan bagaimana sumber daya alam dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Fokus utama diberikan pada sektor pertanian dan peternakan yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat. Keunggulan komoditas lokal, mulai dari jeruk hingga hasil ternak, dibahas sebagai peluang emas untuk meningkatkan kesejahteraan warga di masa depan.
.png)